Artikel

Renungan Pemilu : PEMILU HASANAH

Kepanikan para ABG yg baru mau mencoblos tahun ini, sudah tidak terbendung.

Opini fatwa ulama terus digulirkan dalam rangka mencipta image PEMILU HASANAH.

Usia yg relatif muda ditambah wawasan hidup yg masih hijau, membuat mereka galau.

Adapun asumsi mereka itu itu aja, diantaranya :

1. Ketakutan kafir menguasai negara.

Tidakkah mereka melihat dari aparat pemerintah dan keamanan adalah muslim.Dari tukang sapu sampai presidennya muslim.Dari prajurit sampai jendralnya muslim.
Ah dasar ABG….

2. Adanya fatwa ulama.

Sebenarnya fatwa ulama membolehkan kalau darurat memang NYATA bukan KHAYALAN.

Tetapi Pertanyaan kepada ulama DIKONDISIKAN indonesia darurat.

Tentu saja para ulama “menganjurkan” nyoblos.Coba kalo pertanyaannya :Ya Syekh negeri kami mau pemilu dari tahun ke tahun aman aman saja, nyoblos nggak nyoblos sama aja.
Bahkan partai dakwah saja sudah gulung tikar aqidahnya, juga partai kafir PDS sudah bangkrut, bagaimana pendapat anda ya Syekh ?
Tentu jawabannya akan lain.Cobalah perhatikan isi pertanyaan kepada ulama, penuh dengan ketakutan.
Ah dasar ABG…

3. Alasan darurat.

Yg MEMVONIS DARURAT adalah aparat keamanan atau ulama.

Aparat keamanan santai santai saja. Ulama tidak melihat mudharat yg mengkhawatirkan.

Hanya para ABG saja yg menyebarkan BERITA SERAM lewat media sosial.

Yang serem tahun 48, 65, 74, 84, 98 itu pun cuma sebagian daerah.
Ah dasar ABG…

4. Takut syiah.

Ini lebih parah lagi, bikin ndak bisa tidur. Padahal calegnya cuma 10 ekor dari 200000 caleg yg ada. Itu pun kalo mereka lolos semua. Rapuh sekali iman dan tauhid, MANA NYALI Ahlus sunnah. Ah dasar ABG.

dalam urusan dunia…PENGALAMAN ADALAH GURU YANG PALING BAIK

Dari FB  Ust. Ilham Tabrani حفظه الله تعالى

Renungan Pemilu : PEMILU HASANAH Read More »

MEMBENTUK PRIBADI MUSLIM DENGAN KEIKHLASAN, SIAP BERBEDA DENGAN YANG LAIN DAN DENGAN PENUH KEADILAN

Ikhlas

عن عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ, وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.”

Dari Umar bin Alkaththab Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Rosulullah Shallallahu’alaihi wasalam bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung dengan niat-niatnya. Sesungguhnya bagi setiap orang apa yang telah dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan rosul-Nya, maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan rosul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin dia raih atau kepada seorang wanita yang ingin dia nikahi, maka hijrahnya akan sampai pada apa yang dia hijrahkan untuknya.”

MEMBENTUK PRIBADI MUSLIM DENGAN KEIKHLASAN, SIAP BERBEDA DENGAN YANG LAIN DAN DENGAN PENUH KEADILAN Read More »

HAKIKAT TAUHID

Pada suatu hari datang sekelompok tawanan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Diantara mereka ada seorang wanita yang telah penuh air susunya sedang mencari-cari anaknya. Tatkala menemukannya, dia dekap anaknya lalu menyusuinya. Kemudian nabi bersabda,” Apakah mungkin dia tega melemparkan anaknya ke dalam api?”. Para sahabat menjawab,” Tidak, jika dia mampu untuk tidak melemparnya”. Nabi bersabda,” Sungguh Allah lebih sayang kepada  hamba-Nya dari pada wanita itu kepada anaknya”. (Hadits Muttafaqun ‘Alaih, dinukil dari Al Misykat nomer 2370)

Dari kisah tersebut, dapat  disimpulkan bahwa Allah sangat menyayangi para hambaNya. Sehingga segala bentuk perintah dan laranganNya merupakan implementasi dari kasih sayang Allah. Maka tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali hal itu bermanfaat bagi hambaNya dan tidak pula melarang dari sesuatu melainkan karena merugikan mereka. Diantara perintah Allah, bahkan merupakan perintah yang paling agung adalah perintah untuk bertauhid.

HAKIKAT TAUHID Read More »

Berita Gembira

Judul Asli: Furash Kasbi Ats Tsawaab Wa Aktsar min 175 Sababan Fii Dukhuul Al Jannah Wa Syai-in Mimmaa Jaa-a Fii Wshfi Al Jannah Wa Na’iimi Ahlihaa

karya: Nayef bin Mamduh bin Abdul Aziz Alu Su’ud

Diterjemahkan oleh: Abu Khansa Suharlan Madi, Lc

Allah ta’ala berfirman:

((وَبَشِّرِ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ))

((Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan :

Berita Gembira Read More »

RENUNGAN KEMATIAN

Sore itu, berdiri di tepi jalan, seorang pemuda, tengah memandangi sekelompok orang yang sedang memanggul jenazah di pundak-pundak mereka dan kiranya mereka hendak membawanya ke sebuah pemakaman. Sejenak pemandangan ini menyita perhatian pemuda ini.

Pemuda ini lalu bertanya kepada dirinya, “Kemanakah orang-orang ini akan membawanya? Apakah mereka hendak menguburkannya di pemakaman itu?” Sembari mengikuti rombongan jenazah itu, pandangannya tak lepas dari jenazah yang ada di panggulan orang-orang itu. Akhirnya tibalah ia dan rombongan itu di pemakaman yang dituju, lalu mulailah mereka melaksanakan prosesi pemakaman jenazah itu.

RENUNGAN KEMATIAN Read More »